Dukung Pilkada Berkualitas, Rumesy: KPU dan Bawaslu Harus Profesional

Dahlan Rumesy, SH. Ketua Umum Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kab. Seram Bagian Timur.


Masiwang.online, BULA - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur telah berjalan, Sejumlah pasangan calon telah bekerja dan mensosialisasikan program lima tahunan tersebut. Bahkan KPU telah selesai menggelar debat kandidat pada Selasa, 17/11/2020 lalu.


Masyarakat sudah pasti mengetahui Visi dan Misi Kandidat Bupati dan Wakil Bupati SBT, sehingga itu tinggal masyarakat mampu menentukan siapa yang tepat dipilih pada tanggal 9 Desember 2020 nanti. 


Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Seram Bagian Timur, Dahlan Rumesy, SH  lewat media ini menyampaikan harapannya agar Pilkada ini dapat berjalan aman dan lancar. 


"Saya selalu berharap Pilkada berjalan aman dan lacar" menurut Rumesy diruang kerjanya, jl. Damai Bula, Sabtu, 21/11.


Rumesy kemudian menambahkan agar seluruh yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada dapat bekerja secara profesional dan  tidak berpihak kepada kandidat manapun.


"Demi menjaga kelancaran dan kualitas Pilkada ini, KPU dan Bawaslu harus tetap profesional dan tidak berpihak kepada kandidat manapun" tutur Rumesy."


Menurut Rumesy, para kandidat telah menyampiakan Visi dan Misi mereka, sehingga masyarakat juga dapat menghargai dan menentukan pilihannya dengan tetap menjaga kesejukan dalam pesta demokrasi yang sementar berjalan.


"Harapan kita pilkada ini berjalan damai. Setiap Tim sukses atau simpatisan dapat mensosialisasikan paslonnya dengan cara-cara yang baik," harap Rumesy.


Ia juga meminta agar masyarakat jeli dalam memilah informasi yang disampaikan terutama lewat media sosial, agar tidak terjebak dengan informasi hoaks. Sebab, ia khawatir banyak akun palsu atau anonim berseliweran melakukan kampanye hitam.


Oleh karena itu kata Rumesy, masyarakat yang harus diedukasi, agar dapat memilah informasi yang begitu mudahnya diakses di era 4.0 ini. "Kritik boleh, itu hak. Tapi kalau sudah melakukan provokasi, menyebarkan informasi hoaks, itu yang tidak baik" tegas Rumesy. 


"Jadi jika ada di medsos yang menyebarkan berita hoaks agar masyarakat jangan terprovokasi tetap tenang, karena itu hanya upaya membenturkan masyarakat dengan pasangam calon".  tutupnya.

Postingan populer dari blog ini

Satu Lagi Pasien Gizi Buruk Meninggal di RSUD Bula

Ani Vanath Maju, Pilkada SBT Memanas

Konser Amal, Dukungan Untuk Siti Nurjanah Rumasukun